Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘restoran’

Warung sederhana tapi rame, hal ini berbeda sekali dengan restoran mewah yang terlihat sepi. Meski dekorasi bagus, lokasi strategis, lahan parkir yang memadai dan ber AC, namun semua itu dirasa kurang menarik pembeli apabila makanannya tidak enak. Betulkah itu? Lalu faktor manakah yang utama?

Berawal dari kakak yang mengajak saya untuk makan di jalan Gunung Agung Dps pagi tadi. Tempatnya dekat dengan belokan lampu merah dengan lahan parkir yang memakan badan jalan. Makan nasi campur disana ternyata enak juga loh.. meski lokasinya kurang bersih. Anehnya meski lokasi kurang bersih, warung itu rame banget. Jadinya timbullah pemikiran yang berandai-andai. Andaikan saya ingin membuka restoran/warung makan, strategi apakah yang perlu dilakukan?

Ataukah ada faktor psikologis dimana tempat jelek pasti harganya murah dan tempat bagus harga mahal? Padahal di tempat yang kurang bersih, kemungkinan ketidak-higienisannya adalah sangat besar. Meski restoran yang bersih juga tidak menjamin (karena kita tidak tahu apa dan bagaimana dapurnya dan kokinya tentunya).

Meski sama-sama enak, saya rasa tempat yang kurang bagus lebih disukai meski agak jorok. Mungkin karena harga yang murah (walau tidak selalu) dan makanannya enak. Tempat seperti ini biasa dikunjungi oleh pihak menengah dan ke bawah.

Jadi kalo mau membuka usaha warung/restoran mungkin bisa dipikirkan strategi yang perlu dilakukan. Sebagai konsumen saya menyarankan, kehigienisan dan kelezatan harus selaras. Lokasi yang strategis mutlak diperlukan. Lahan parkir? Hmm.. semakin besar, semakin ber nilai plus. Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah pelayanan. Tentunya restoran yang bagus tanpa pelayanan yang baik bagaikan rumah mewah yang berbau busuk.

Hmm.. jadi pengen makan nasi campur lagi nih 🙂

Advertisements

Read Full Post »