Warung sederhana tapi rame, hal ini berbeda sekali dengan restoran mewah yang terlihat sepi. Meski dekorasi bagus, lokasi strategis, lahan parkir yang memadai dan ber AC, namun semua itu dirasa kurang menarik pembeli apabila makanannya tidak enak. Betulkah itu? Lalu faktor manakah yang utama?
Berawal dari kakak yang mengajak saya untuk makan di jalan Gunung Agung Dps pagi tadi. Tempatnya dekat dengan belokan lampu merah dengan lahan parkir yang memakan badan jalan. Makan nasi campur disana ternyata enak juga loh.. meski lokasinya kurang bersih. Anehnya meski lokasi kurang bersih, warung itu rame banget. Jadinya timbullah pemikiran yang berandai-andai. Andaikan saya ingin membuka restoran/warung makan, strategi apakah yang perlu dilakukan?
Ataukah ada faktor psikologis dimana tempat jelek pasti harganya murah dan tempat bagus harga mahal? Padahal di tempat yang kurang bersih, kemungkinan ketidak-higienisannya adalah sangat besar. Meski restoran yang bersih juga tidak menjamin (karena kita tidak tahu apa dan bagaimana dapurnya dan kokinya tentunya).
Meski sama-sama enak, saya rasa tempat yang kurang bagus lebih disukai meski agak jorok. Mungkin karena harga yang murah (walau tidak selalu) dan makanannya enak. Tempat seperti ini biasa dikunjungi oleh pihak menengah dan ke bawah.
Jadi kalo mau membuka usaha warung/restoran mungkin bisa dipikirkan strategi yang perlu dilakukan. Sebagai konsumen saya menyarankan, kehigienisan dan kelezatan harus selaras. Lokasi yang strategis mutlak diperlukan. Lahan parkir? Hmm.. semakin besar, semakin ber nilai plus. Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah pelayanan. Tentunya restoran yang bagus tanpa pelayanan yang baik bagaikan rumah mewah yang berbau busuk.
Hmm.. jadi pengen makan nasi campur lagi nih



mmmmmmmmmm………………….. sangat baik idenya, saya jadi tertarik ingin membuka warung kecil2-an juga, tapi bagaimana awal saya harus menjalankanya dengan modal yang kecil ya ?…………………………………………..
@Diska: yang penting modal itu bisa bertahan untuk periode minimal 2 hari lah
kan hari pertama sudah bisa balik modal (kalau laris dagangannya)
Alhamdulillah saya punya warung saya kasih Nama Warung Ketapang (Warket) karena di depan warung saya ada pohon ketapang yang rindang.
Slogan nya ” HArga KQ.5 Selera Lombok Utara”. Lokasinya emang di Kabupaten Lombok Utara yang baru beberapa minggu di lahirkan oleh Induknya NTB. Tepatnya di Di desa Medana beberapa meter setelah jalan masuk Hotel The Oberoi Lombok.
Higienis, nyaman, harga kaki lima, selera khas Lombok Utara. Bagi yang kebetulan jalan jalan ke Lombok utara entah mau ke gili, air terjun senaru jangan lupa mampir ke warung Ketapang.
Menu nya ada: Nasi Campur, Nasi Goreng, Nasi Pecel, Bebalung Masak Kuning, Ayam Pelalah, Ayam Lalapan dll.
Okey Kami tunggu Kunjungannya
anda boleh percaya or tidak ,aku dengan modal 78 ribu bisa bertahan 3 tahun ini lancar-lancar saja
saya buka warung gudeg yang banyak bertebaran di Yogya
tetapi alhamdulillah penjualan bisa mencapai 100 porsi sampai dengan 300 porsi per hari kuncinya beda dengan yang lain (lebih enak) kebersihan terjamin,murah, ramah.
nama warung itu ialah gudeg basah dewi
dengan alamat Ruko Kakap raya , Minomartani , Sleman,Yogyakarta, tlp. 0274-9127272 atau 081 22 989 242
mau konsultasi saya tunggu ,gratis,email :nawpiet@yahoo.com
Tolong donk saya dikirim calkulasi membuka sebuah restoran ikan bakar, saya nganggur nih.. tapi kalau cukup modal saya akan segera buka restoran tsb.
terimakasih ya.
-. Pelatihan Customer Service And Handling Complaint 27-28 April 2009
-. Pelatihan Strategi Pengembangan Kompetensi Layanan Restoran dan Rumah Makan 29-30 April 2009
For further Information visit : jttcugm.wordpress.com
saya baru buka ( kurang lebih dua minggu )warung bebek goreng di jakarta
belum begitu ramai tapi alhamdulillah minggu terakhir dah dapat 400.000,- per hari
dengan modal awal kurang dari Rp 10.000.000,-
tapi itu hanya pada saat makan siang saja, habis itu sepi…
sharing dong gimana caranya ngeramein after lunch
O ya email saya : rmuhammad_suherman@yahoo.com